Setelah teknologi cetak 3D menghasilkan wastafel dan bak mandi, 3Teknologi pencetakan D kembali digunakan di bidang sanitasi. Menurut pemberitaan media asing, pada tanggal 9 Januari, di Pameran Bahan Bangunan (KBIS) diadakan di Orlando, Florida, merek kamar mandi mewah KALLISTA di bawah naungan Kohler dan perusahaan percetakan 3D bersama-sama meluncurkan keran cetak 3D pertama di dunia pada pameran tersebut. Terlihat penerapan teknologi 3D print di bidang sanitasi lebih cepat dari yang dibayangkan.
3Keran cetak D
Hal ini dipahami sebagai keran cetak 3D pertama di dunia, menggunakan teknologi pencetakan logam langsung 3D dan menggunakan baja tahan karat berkualitas tinggi 316 bahan bubuk untuk memastikan keran tidak berkarat atau menimbulkan korosi. Desain tampilannya juga sangat unik, desain format mesh menunjukkan selera mode, dan sensasi tangannya berbeda dengan keran biasa. Geometri kubik unik dari faucet ini tidak hanya indah, namun juga dipadukan secara mulus dengan nozel pencetakan 3D, membuat bagian dalam keran terbuka. Saluran tersebut memungkinkan air mengalir melalui alasnya.
Bill McKeone, manajer studio desain KALLISTA, mengungkapkan bahwa manufaktur semacam ini memberikan kebebasan penuh kepada timnya untuk mendesain. “Desainer biasanya perlu memikirkan proses pembuatannya, dan mereka harus merancang proses ini,” kata McKeone. “Dengan memilih memproduksi kran ini melalui pencetakan 3D, kami telah membuka kemungkinan desain kami yang tak terbatas. Luasnya bahan dan teknologi pencetakan 3D memungkinkan kami dengan bebas membuat keran unik dan fungsional yang tidak mungkin dilakukan dengan proses manufaktur tradisional.”
Dari segi biaya, produk manufaktur teknologi pencetakan 3D di industri kamar mandi saat ini sangat mahal. Meski belum diketahui harga kran print 3D merek KALLISTA, harga wastafel yang diproduksi oleh perusahaan Jerman menggunakan teknologi pencetakan 3D adalah 1129 ke 1599. Antara euro, itu setara dengan antara 8,800 Dan 12,500 yuan. Dari segi bahan baku, merk KALLISTA menggunakan bahan stainless steel 316 bahan bubuk, dan perusahaan Jerman menggunakan pasir, sehingga biaya pembuatan kran 3D akan lebih tinggi.
3D wastafel bermotif
Saat sekarang, makna simbolis teknologi pencetakan 3D dalam industri saniter lebih penting daripada manfaat ekonomi. Ini membuka pintu bagi perkembangan industri perlengkapan saniter di masa depan, khususnya di bidang kustomisasi saniter, sangat mempersingkat waktu produksi. Suku cadang dan komponen yang dibutuhkan untuk produk saniter dapat diproduksi dengan cepat. Perwakilan KALLISTA mengungkapkan: “Bagian-bagian ini selesai dalam beberapa jam.”
Pentingnya teknologi pencetakan 3D bagi industri perlengkapan saniter tidak hanya terbatas pada mempersingkat waktu pengiriman, tetapi mengubah sistem produksi yang ada. Saat sekarang, daya saing utama industri saniter selain pengaruh merek, serta persaingan kualitas produk. Di bidang pencetakan 3D, dengan bahan baku dan peralatan produksi yang sama, faktor utama yang mempengaruhi daya saing perusahaan di masa depan mungkin adalah perancang industri. 3Teknologi pencetakan D memberikan ruang luas bagi desainer industri untuk berkembang, dan persaingan desainer secara langsung mempengaruhi persaingan produk di pasar.
Meskipun teknologi pencetakan 3D masih dalam tahap awal di industri dapur dan kamar mandi, masa depan dapat membawa kemungkinan tak terbatas bagi desainer industri di industri dapur dan kamar mandi.
Pemasok Pabrik Keran iVIGA