Industri Dapur Dan Kamar Mandi Media Arus Utama Berita Dapur Dan Kamar Mandi
Baru-baru ini, Asosiasi Keramik Indonesia (Assaki) meminta pemerintah segera mengeluarkan kebijakan untuk memperkuat dan melindungi industri keramik tanah air, khususnya yang berkaitan dengan keramik impor.

Menurut data yang dihimpun Asaki, Januari 2020 – Impor produk keramik Indonesia pada bulan Agustus hanya turun 7% tahun ke tahun, dari $ 173 juta hingga $ 159 juta. Namun, impor produk keramik negara tersebut dari India meningkat sebesar 39%, sementara impor dari Tiongkok turun 22%. 732,618 Potongan keramik saniter Indonesia diekspor dari Tiongkok pada Januari-Agustus, turun 77,703 potongan dari tahun ke tahun, dengan total ekspor sebesar $49.46 juta, turun 22%.
Asosiasi juga meminta Kementerian Perindustrian memperketat pengajuan sertifikasi SNI impor Indonesia dan mengusulkan peraturan harga minimum impor untuk produk asal Vietnam., Filipina, India dan Vietnam. Selain itu, Asaki mewaspadai peningkatan impor dari India.
Mendapatkan manfaat dari langkah-langkah kebijakan yang menargetkan industri keramik, yakni stimulus harga gas sebesar US$6 per MMBTU yang dilaksanakan pada bulan April 13, 2020, Langkah tersebut dapat memberikan nilai signifikan untuk meningkatkan daya saing industri keramik. Menurut Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), ekspor keramik meningkat 24% year-on-year dari US$36,2 juta menjadi US$44,9 juta pada Januari-Agustus 2020.
Pemasok Pabrik Keran iVIGA